IDI Larang Sekolah Dibuka, Heni Sutan Muda : Setuju

0
63

TERNATE, Koridor Malut – Wakil Ketua DPRD Kota Ternate, Heni Sutan Muda, setuju dengan sikap Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Maluku Utara yang melarang pemberlakuan sekolah tatap muka di Kota Ternate. Pasalnya, saat ini Ternate masuk dalam zona oranye dan berpotensi terjadi penyebaran virus korona.

Menurutnya, pemerintah sebaiknya membatasi terjadinya orang berkerumun dan tetap memperketat penerapan protokol kesehatan di masyarakat. Salah satunya adalah dengan membatasi pemasangan tenda untuk acara pesta yang lebih dari satu unit. Demikian pula dengan kegiatan belajar mengajar di sekolah, sebaiknya ditiadakan sampai kondisi benar-benar sudah terkendali.

“Saat ini kita masih beradaptasi dengan virus korona yang kita sendiri tidak tahu kapan berakhirnya. Yang penting diperhatikan saat ini, munculnya klaster baru dari perkantoran dan sekolah, sehingga pembukaan kegiatan di sekolah secara tatap muka harus benar-benar dihitung nilai positif dan negatifnya,” kata Heni.

Politisi Partai Demokrat ini menambahkan, dari hasil diskusi dengan Satgas gugus tugas provinsi, Dinas Kesehatan Malut dan IDI Malut, semuanya sepakat melarang sekolah tatap muka. Tapi kalau ada orang tua murid yang setuju pemberlakuan sekolah tatap muka, harus tetap mengacu pada protokol penanganan covid serta melakukan pembatasan jam belajar dan membagi jumlah murid.

“Kami juga sudah diskusi dengan pihak – pihak kelurahan, dan berkembang juga usulan untuk tidak mengizinkan pembukaan sekolah tatap muka. Kita juga punya opsi dan solusi lain kalaupun tetap dipaksakan, karena memang ada permintaan dari orang tua murid ingin anak-anaknya tetap sekolah tatap muka. Alasan mereka anak-anak sekarang lebih banyak menghabisakan waktu dengan main HP di rumah,” jelasnya.

“Selaku wakil ketua bersama dengan Komis III, kami akan mengundang Dinas Pendidikan Ternate dan meminta agar rencana pelaksanaan belajar tatap muka itu jangan dulu dilakukan, termasuk sekolah-sekolah yang masuk zona hijau seperti Batang Dua, Hiri dan Moti. Saat ini semua sekolah kita samakan dulu untuk meminimalisir angka penularan,” tuntas politisi berparas cantik ini. (alf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here