Unipas Gelar Wisuda Secara Daring

0
26

MOROTAI, Koridor Malut – Universitas Pasifik (Unipas) Morotai menggelar wisuda secara Daring (Dalam jaringan) untuk program sarjana angkatan II tahun akademik 2019 -2020, dalam sidang senat terbuka yang berlangsung di ruang sidang DPRD Kabupaten Pulau Morotai. Senin (27/07). Nampak hadir wakil rektor, dekan, dosen akademik dan mewakili wisudawan-wisudawati dengan menggunakan masker.

Diawal sidang senat, Rektor Unipas Morotai, Silami Sibua dalam laporannya mengatakan,
wisuda tahun ini diikuti 269 wisudawan-wisudawati, yang terdiri dari Prodi Administrasi Negara (ADM) 55 orang, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) 69 orang, Prodi Bahasa Inggris 19 orang, Tehnik Lingkungan 12 orang, Tehnik Sipil 8 orang, Teknik Industri 7 orang, Teknik Informatika 17 orang, Akutansi 56 Orang, dan Prodi Ilmu Kelautan 24 orang.

“Di tahun ini mahasiswa Unipas Morotai yang terdaftar di Forlap Dikti sebanyak 2676 mahasiswa yang terdiri dari enam fakultas yaitu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Ekonomi, Fakultas Teknik dan Fakultas Mipa,” kata rektor.

Selain itu, dalam menunjang kegiatan perkuliahan, Unipas didukung sarana prasaranan berupa gedung perkuliahan yang terdiri dari 14 ruang belajar, 3 laborotarium, satu ruang perpustakaan, satu ruang kegiatan kemahasiswaan dan sat gedung rektorat. Rektor menghimbau masyarakat Morotai dan sekitarnya, agar meningkatkan SDM lewat pendidikan. Ini karena Pemda Morotai sejak tahun 2018 telah memberikan bantuan biaya pendidikan kepada mahasiwa yang melanjutkan jenjang pendidikan di Unipas Morotai.

“Selamat kepada seluru wisudawan-wisudawati, semoga kita dapat menjaga nama baik almamater kita dan juga nama Unipas Morotai,” ucap rektor di akhir laporannya.

Mewakili Bupati Morotai, Sekda Muhammad M. Kharie menyampaikan, secara global perubahan telah terjadi di mana-mana. Untuk itu dibutuhkan kemampuan beradaptasi atau mengikuti perubahan itu. Secara perlahan-lahan, saat ini dunia mengalami perubahan teknologi, dimana sebagian besar perusahaan sudah menggunakan teknologi produk secara online dan masif digunakan di seluruh lini kehidupan termasuk pendidikan.

“Oleh sebab itu menurut saya, pendidikan juga harus berubah, baik dalam proses belajar mengajar maupun menyelenggarakan pendidikan dengan mengacu pada konsep pendidikan yang dipengaruhi oleh revolusi industri 4.0 pendidikan, yang bercirikan pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran dengan sistem-sistem teknologi, kurikulum pendidikan dengan tantangan dan kebutuhan pada era sekarang ini dan penelitian untuk menjadi pekerja yang kompetitif dan produktif,” ujarnya. (aty)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here