Demo di Mabes Polri, Kompas Ungkap Praktek Monopoli Proyek di Sula

0
96

JAKARTA, Koridor Malut – Sejumlah massa yang mengatasnamakan diri Komite Pemuda dan Mahasiswa Maluku Utara (KOMPAS) menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Mabes Polri di Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Senin (13/7). Mereka menuntut Mabes Polri agar mengusut dugaan monopoli proyek tahun 2019 yang terjadi di Pemkab Kepulauan Sula yang diduga melibatkan keluarga dekat bupati, Hendrata Theis.

Koordinator aksi, Fahris Badar dalam keterangannya kepada wartawan mengatakan, beberapa perusahaan milik keluarga Bupati Sula, diantaranya CV. Permata Hijau, CV. Permata Membangun, CV. Permata Bersama, CV. Permata Jaya, CV. Bumi Jaya, CV. Jaya Lestari, CV. Alam Sutra dan CV. Bumi Karya.

Kemudian ada juga kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek jembatan air bugis, Desa Auponhia, Kecamatan Mangoli Selatan, Kabupaten Kepulauan Sula tahun 2017 senilai Rp. 4,2 miliar yang dianggarkan melalui APBD 2017. Proyek itu dikerjakan oleh PT Kristi Jaya Abadi yang tidak lain milik ipar dari Bupati Kepulauan Sula, Hendrata Thes.

“Setelah dikerjakan, jembatan tersebut sampai sekarang tidak dapat digunakan lantaran kondisinya nyaris ambruk,” ujarnya.

Fahris mengatakan, persoalan ini sudah disampaikan ke Polda Maluku maupun Polres Kepulauan Sula. Namun tidak ada kejelasan apakah akan diproses atau tidak. Oleh karenanya, Fahris dan Kompas menggelar aksi unjuk rasa agar Mabes Polri mengetahui kasus apa yang terjadi di Kabupaten Sula saat ini.

“Kami mendesak Mabes Polri untuk memerintahkan Kapolda Maluku Utara agar segera mengusut dugaan korupsi Bupati Kepulauan Sula, Bapak Hendrata Thes dan meminta Kapolda Maluku Utara tidak main mata dengan Bupati Kepulauan Sula. Kompas Malut juga akan melaporkan kasus ini ke KPK agar bisa mengambil alih penanganan kasus,” kata Fahris dalam tuntutannya. (aha)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here