Malut tak Punya Alat Swab, Wagub: Tergantung Juragan

0
162

TERNATE, Koridor Malut – Wagub Maluku Utara, Ir. Alyasin Ali, MT, mengaku heran dengan kondisi daerah ini yang tidak memiliki alat swab test. Padahal jika dilihat dari harga alat untuk menguji sampel pasien Covid-19 dengan jumlah anggaran yang disediakan Pemprov, angkanya tidak terlalu membebani. Harga alat swab hanya berkisar di angka tiga miliar, sementara dana Covid-19 jumlahnya mencapai Rp. 148 miliar.

Tak hanya itu, keberadaan alat swab kata Wagub sangat diperlukan agar pasien yang saat ini sedang dikarantina maupun diisolasi, dapat segera mengetahui hasilnya. Sehingga, persoalan kejenuhan pasien karena sudah berbulan-bulan dikarantina, atau masalah lokasi yang sudah penuh tidak perlu terjadi.

“Tapi ini tergantung juragannya,” kata wagub kepada sejumlah wartawan usai mengadakan kunjungan kerja di kantor Walikota Ternate, Selasa (23/06).

Menurutnya, akibat tidak adanya alat swab test, membuat pihak RSUD Chasan Boesoirie sebagai RS rujukan covid-19, terpaksa harus mengirim sampel specimen pasien ke beberapa provinsi lain guna dilakukan tes, seperti Jakarta, Makassar Ambon dan Manado. Dan ntuk mendapat hasil tes ini kata wagub, dibutuhkan waktu hingga berhari-hari. Sementara jumlah pasien yang menunggu giliran sangat banyak.

Wagub lantas mempertanyakan anggaran yang begitu besar tapi tidak mampu membeli alat swab test. Harusnya sejak awal, alat itulah yang menjadi prioritas penanganan covid-19. Tapi wagub juga mengaku tidak bisa mendesak karena dari awal tidak pernah dilibatkan.

“Saya tidak tahu diapakan duit ratusan miliar itu. Dan wajar jika ada pasien yang protes atau bahkan melakukan aksi unjuk rasa, saya dukung itu,” tandas wagub. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here