Screenshot Berita Hoax Bupati Morotai Beredar di Medsos

0
298

TERNATE, Koridor Malut – Masih ada saja perilaku tidak terpuji yang dilakukan sejumlah oknum dengan menyebarkan informasi bohong alias hoax. Hal itu pula dialami Media online Koridor Malut. Sebuah berita yang dirilis Sabtu (06/06) lalu dengan judul “Kunjungi Korban Gempa, Warga Morotai Beruntung Punya Benny Laos“, discreenshot oleh seseorang kemudian diedit dan disebarkan di medsos. Parahnya, judul berita diubah menjadi “Beny Laos Menendang Rumah Warga Sampai Roboh, 4 Dilarikan Ke RS, 1 Diantaranya Patah Tulang Ringan”.

Screenshot Berita Hoax tersebut kemudian beredar di medsos Minggu (7/6) kemarin. Belum diketahui jelas siapa pengedit maupun pihak yang pertama kali memposting. NamunĀ  demikian, Redaksi Koridor Malut terus melakukan penelusuran untuk mencari jejak digitalnya.

Sementara itu, Sekretaris PWI Maluku Utara, Adnan Ways, mengutuk keras tindakan main edit berita yang dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab dan kemudian menyebarkannya melalui media sosial. Sebab menurutnya, tindakan seperti itu sangat berbahaya dan bisa mengancam kebebasan Pers yang sudah dijamin Undang-Undang 40 tahun 1999 tentang Pers.

“Selain bisa diancam dengan Undang-Undang Pers, pelakunya juga bisa dituntut dengan UU ITE karena menyebarkan informasi hoax, serta pencemaran nama baik di KUHP,” kata Adnan yang juga adalah pemred Harian Aspirasi Malut.

Adnan mengatakan, masyarakat harus menghargai kerja-kerja jurnalis. Sebab hanya dari medialah masyarakat bisa mendapatkan informasi akurat, jauh dari berita bohong. Dan tindakan merubah judul atau isi berita media, merupakan kejahatan yang bisa dipidana. Untuk itu, Adnan meminta masyarakat agar lebih dewasa lagi dalam menyikapi pemberitaan media dengan tidak melakukan tindakan seperti itu.

“Susah payah media membangun imej di publik, tapi dengan mudahnya diruntuhkan oleh perilaku orang yang tidak bertanggung jawab. Kalau ada tokoh tertentu yang punya masalah pribadi dengan pejabat atau kepala daerah, itu urusan pribadi mereka masing-masing. Jangan kemudian menyeret media ke dalam masalah tersebut, apalagi dengan memposting screenshot berita yang tidak diketahui asal usulnya. Dalam hal ini, perlu kesadaran kita bersama untuk tabayyun, memilah mana informasi hoax dan mana yang benar,” tuntasnya. (eko)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here