Sudah Cair Uang Muka, Proyek Pusat Jajanan tak Kunjung Dikerjakan

0
49

MOROTAI, Koridor Malut – Proyek pembangunan pusat jajanan kuliner atau kuliner Bangsaha di Desa Darame Kecamatan Morotai Selatan, mengundang pertanyaan warga. Pasalnya hingga saat ini, proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Pariwisata Pulau Morotai tahun 2020 ini tak kunjung dikerjakan. Padahal sesuai informasi, pihak kontraktor yakni CV Pasifik Karya Prima, telah mencairkan uang muka sebesar 20 persen dari total anggaran senilai Rp 598.890.000.

Menurut warga, pandemi Covid-19 yang berimbas dilakukannya lockdown di Morotai, tidak lantas menjadi alasan tidak dimulainya pekerjaan tersebut. Sebab pelaksanaan lelang maupun penandatanganan kontrak juga dilakukan di saat pandemi sudah terjadi.

“Kontraknya tanggal 27 April 2020, atau satu bulan lebih sejak Pulau Morotai melakukan lockdown. Jadi tidak ada alasan menjadi lockdown sebagai kambing hitam terlambatnya proyek ini, karena mereka tau pandemi Covid-19 sedang terjadi,” kata salah satu warga Darame.

Sesuai pantauan Koridor Malut di lokasi proyek, Selasa (26/05), tidak terlihat adanya aktivitas pekerjaan. Bahkan material pun tidak tersedia di lokasi. Padahal jika dilihat dari papan proyek, pekerjaan ini hanya memiliki waktu selama 240 hari kelender.

Menangapi pertanyaan warga, Kadis Pariwisata Pulau Morotai, Ida Arsyad ketika dikonfirmasi mengakui adanya keterlambatan proyek tersebut. Alasannya, Morotai sedang dilakukan lockdown yang menyebabkan kontraktor tidak bisa mendatangkan tenaga kerja dari luar daerah, seperti Tidore, Makian, Bacan, Manado dan Jawa.

“(Anggaran) sudah dicairkan 20 persen, dan material sudah dipesan tinggal eksen saja. Kemungkinan tanggal 29 (Mei) ini sudah ada kegiatan di lokasi. Untuk anggarannya saya tidak hafal berapa nilainya, yang pasti sumbernya dari DAK, tidak terkait dengan dana Covid,” tuntasnya. (aty)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here