Banggar Pertanyakan Anggaran Covid-19 Pulau Morotai

0
28

MOROTAI, Koridor Malut – Pergesaran Anggaran yang dilakukan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk penanganan Covid-19, mendapat sorotan dari anggota Banggar DPRD Pulau Morotai. Penyebabnya, sampai saat ini, item-item anggaran yang digeser dari masing-masing SKPD beserta angka dan peruntukannya, belum juga disampaikan ke pimpinan DPRD.

Menurut anggota Banggar DPRD Pulau Morotai, Rasmin Fabanyo, DPRD secara kelembagaan tidak memiliki wewenang untuk menyetujui ataupun menolak pergeseran anggaran tersebut. Namun berdasarkan hasil rapat yang sudah dilakukan beberapa kali, ada kesepakatan bahwa TAPD harus menyampaikan pergeseran anggaran tersebut ke pimpinan DPRD.

Selain itu katanya, pada Diktum ke enam Surat Kesepakatan Bersama (SKB) antara Banggar dan TAPD ditegaskan, dalam hal TAPD merasionalisasi pergeseran anggaran untuk kepentingan Covid-19, Kepala Daerah diperintahkan untuk merubah Perkada Penjabaran APBD perubahan mendahului, dan selanjutnya diberitahukan ke pimpinan DPRD.

“Pada rapat awal pembahasan, TAPD mempresentasikan estimasi anggaran Covid 19 sebesar Rp. 20 miliar, kemudian pada rapat kedua naik menjadi 47 miliar, dan terakhir ada pernyataan dari Kepala Bappeda bahwa anggaran Covid-19 dirancang sebesar Rp. 51 miliar. Dan DPRD sampai hari ini tidak pernah diberitahuan, padahal sudah ada kesepakatan yang dibuat sebelumnya,” kata Rasmin, Selasa (5/5).

Rasmin mengaku kecewa, saat pihaknya mengundang TAPD untuk diminta penjelasan, namun Sekda Morotai yang juga sebagai Ketua TAPD menolaknya dengan alasan harus ada izin bupati. Penolakan itu dianggapnya membuat banggar sangat tersinggung, karena dilaksanakan sebagai bentuk menjalankan fungsi pengawasan.

“Kita sudah bersepakat untuk mengutamakan kepentingan masyarakat Kabupaten Pulau Morotai. Pemerintah bekerja sesuai tupoksinya masing-masing, dan DPRD pun akan melaksanakan fungsinya sesuai amanat Undang-Undang. Mari kita saling menghargai fungsi kita masing-masing,” tuntasnya. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here