Pedagang Pasar Lawan Kebijakan Walikota

0
68

TERNATE, Koridor Malut – Pembatasan akses masuk pasar yang menjadi kebijakan Walikota Ternate, Burhan Abdurrahman, berujung pada aksi demo ratusan pedagang bersama tukang ojek yang beraktivitas di pasar Higienis. Dengan penuh emosi, pedagang membongkar pembatas jalan dan meminta agar tidak ada lagi pembatasan, karena dianggap membuat pasar sepi dari pembeli.

Dari pantauan Koridor Malut, aksi demo itu dilakukan Minggu (03/05) menjelang siang. Menurut pedagang, sejak kebijakan pembatasan orang masuk pasar ini dilakukan, kondisi pasar mulai dari pasar Barito, Pencontohan dan Higienis, sangat sepi pengunjung. Hal itu terjadi karena warga yang ingin ke pasar, “dipaksa” harus jalan kaki hingga ratusan meter.

“Dalam situasi puasa seperti siapa yang mau jalan kaki masuk dalam pasar,” kata salah satu pedagang yang ikut demo.

“Selama ini pemerintah kota tidak pernah bantu rakyat, tapi usaha rakyat justru mau dimatikan. Membatasi orang masuk pasar, sama halnya dengan menutup pasar,” kata pedagang lainnya sambil berteriak.

Kekecewaan lain dari pedagang yakni adanya pilih kasih dari Walikota dalam membatasi akses pasar. Sebab yang dibatasi saat ini hanya pasar Barito, Pencontohan dan Higienis. Sementara pasar Bastiong dan Dufa-Dufa, tidak diberlakukan kebijakan yang sama. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here