Kasus 46 TKA akan Dibawa ke Ranah Hukum

0
71

TERNATE, Koridor Malut – Polemik terkait masuknya 46 TKA asal Cina di Desa Kawasi, Kecamatan Obi Barat, Halmahera Selatan, Maluku Utara, masih terus terjadi. Terbaru, PT. Halmahera Persada Lygen (HPAL) selaku pihak yang mendatangkan TKA tersebut akan dilaporkan ke Kepolisian, Kemenkumham dan Kemnaker oleh HMI Cabang Ternate.

Ketua Bidang Hukum dan HAM HMI Cabang Ternate, Maruf Majid, kepada Koridor Malut menyampaikan, berdasarkan kajian HMI Cabang Ternate, masuknya TKA ini tidak melalui prosedur kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah, sehingga sangat berpotensi mengancam keselamatan warga Maluku Utara, khusus di Kabupaten Halmahera Selatan. Apalagi Polri sendiri sudah mengeluarkan maklumat nomor Mak/2/III/2020 tentang Kepatuhan Terhadap Kebijakan Pemerintah Dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona (Covid-19), salah satunya adalah mematuhi imbauan resmi yang dikeluarkan pemerintah.

“Merujuk pada maklumat Polri tersebut, PT HPAL sudah terbukti membuat masyarakat Maluku Utara panik, karena kehadiran secara ilegal 46 TKA asal Cina tersebut. Selain itu, PT HPAL juga dinilai tidak mengikuti Peraturan Menkumham Nomor 11 tahun 2020 tentang Pelarangan Sementara WNA Masuk Wilayah NKRI. Maka HMI Cabang Ternate siap laporkan PT HPAL ke kepolisian,” kata Maruf

Menurutnya, PT HPAL seharusnya tidak mendatangkan TKA ditengah pandemi Covid-19. Sebagai perusahaan yang beroperasi di wilayah hukum Indonesia, PT HPAL wajib mematuhi ketentuan yang ada, bukan seenaknya memasukkan TKA secara diam-diam, yang justru akan mengancam keselamatan masyarakat.

“Masuknya TKA asal Cina ini juga merupakan kelalaian Disnakertrans Provinsi Maluku Utara dan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Halmahera Selatan. Olehnya itu, HMI Cabang Ternate akan membuat laporan ke Kementerian Ketenagakerjaan,” tegasnya.

HMI Cabang Ternate kata dia, juga meminta Pemprov Maluku Utara agar bersikap tegas terhadap PT HPAL, yang vtelah membuat masyarakat panik. HMI Cabang Ternate akan mengawal kasus TKA tersebut, termasuk melawan pihak-pihak yang mencari keuntungan di tengah-tengah Covid-19.

“Harapan kami Covid 19 secepatnya berakhir, sehingga HMI Cabang Ternate bisa melakukan konsolidasi masa untuk melakukan aksi terhadap PT HPAL yang sengaja mengabaikan keselamatan Masyarakat Maluku Utara khususnya di Kabupaten Halmahera Selatan,” tuntasnya. (alfian)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here