Jadi Tempat Bakumpul, Warga Keluhkan Lapak Kue di Pasar Higienis

0
50

TERNATE, Koridor Malut – Lapak kue yang dibangun Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ternate, diprediksi bakal menjadi tempat orang berkumpul untuk membeli kue batal puasa. Dan berkumpulnya banyak warga tersebut, sangat berpotensi terjadinya penularan Covid-19. Tak heran sejumlah warga mempersoalkan pembangunan lapak tersebut yang dinilai tidak sejalan dengan upaya pemerintah pusat dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Hamzah, salah satu warga mengaku sangat khawatir dengan hadirnya lapak kue ini. Sebab tidak menutup kemungkinan, tempat ini akan menjadi lokasi berkumpulnya massa dalam jumlah yang banyak. Menurutnya, tidak semestinya Disperindag membangun lapak kue di tengah pandemi seperti ini.

“Harusnya Disperindag mendukung upaya pemerintah, dengan lebih banyak mengajak warga tetap di rumah demi memutus mata rantai penyebaran virus corona yang kian mengkhawatirkan. Bukan sebaliknya, membuat kebijakan yang berpotensi menjadi tempat berkumpulnya warga,” kata Hamzah.

Hal yang sama dikatakan Erna, warga Makassar Timur. Kata dia, seminggu sebelum puasa, Pemkot Ternate melakukan pembersihan jalanan depan Pasar Higienis dari penjual buah di gerobak. Alasannya karena pedagang buah dianggap menjadi tempat orang berkumpul. Namun beberapa hari setelah itu, Disperindag justru membangun tempat untuk pedagang kue.

“Tidak ada makan siang gratis. Begitu pula, tidak ada lapak gratis di pasar, semuanya pakai bayar. Dan sebagai warga kami paham masalah itu. Entah uangnya masuk kas daerah atau tidak, itu persoalan lain. Tapi saya yakin, pedagang kue pasti bayar juga,” katanya.

Untuk itu Ia berharap Walikota Ternate, Burhan Abdurrahman menegur Kadis Perindag yang baru dua bulan dilantik agar tidak melakukan gerakan tambahan, yang justru membahayakan keselamatan warga. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here