Pemda Morotai Usul Rp 47 Miliar Untuk Anggaran Covid-19

0
83

MOROTAI, Koridor Malut – Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Pulau Morotai bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD Pulau Morotai, menggelar rapat pergeseran anggaran untuk penanganan Covid-19, Rabu (08/04). Pada rapat yang berlangsung di Ruang Sidang DPRD, dan dipimpin Ketua DPRD, Rusminta Pawane, didampingi Wakil Ketua, Judi Dadana tersebut, TPAD Kabupaten Pulau Morotai mengusulkan anggaran untuk penanganan Virus Korona sebesar Rp 47 miliar.

Ketua TAPD yang juga Sekda Pulau Morotai, Muhammad M. Kharie menjelaskan kebutuhan anggaran penanganan Covid-19 secara umum. Dimana anggaran yang dikelola Satgas Covid-19 Morotai yang bersumber dari Dana Tak Terduga (DTT)yakni sebesar Rp 4,3 miliar (Tepatnya Rp. 4.365.970.273). Anggaran itu meliputi, penanganan dampak ekonomi sebesar Rp. 2,4 miliar (Tepatnya Rp. 2.047.700.000) dan jaringan pengaman sosial sebanyak Rp. 1,9 miliar (Tepatnya Rp. 1.988.897.273)

“Sehingga totalnya sebesar Rp. 4.036.597.273. Dana ini dikelola oleh Satgas Covid-19 yang bersumber dari dana belanja tak terduga pada APBD. Dari jumlah ini, anggaran untuk penanganan kesehatan tidak ada,” kata Sekda.

Sementara APBD tahun 2020 untuk penanganan pandemi Covid-19, terdiri dari tiga aspek, yakni penanganan kesehatan sebesar Rp 14,3 miliar (Tepatnya Rp.14.339.564.000), penanganan dampak ekonomi sebesar Rp. 24.298.078.000 , dan penyediaan sosial safety net atau jaring pengaman sosial untuk pengadaan Media KIE sebesar Rp.65.000.000. Total keseluruhan tiga aspek tersebut yakni sebesar Rp.38.702.642.000.

Jika ditotal jumlah DTT sebesar Rp. 4.036.597.273 dan APBD 2020 sebesar Rp.38.702.642.000, hasilnya adalah Rp. 42.739.239.273. Kemudian ada tambahan lagi dari alokasi Anggaran Dana Desa (ADD) sebesar Rp. 4,4 miliar (50 juta x 88 Desa), makanya totalnya adalah Rp. 47.139.239.271.
.
Untuk penanganan kesehatan, diambil dari DAK bidang kesehatan tahun 2020 sebesar Rp.14.339.564.000. Rinciannya, untuk bantuan operasional puskesmas sebesar Rp. 2.999.991.500, penyediaan epidemiologi peningkatan kasus, KLB penyakit menular dan wabah Covid-19 sebesar Rp. 200.025.000, supervisi Covid-19 pada petugas surveylance sebesar Rp. 27.650.000, kegiatan DAK penugasan sub bidang pengadaan peralatan P2P dan STBM untuk pencegahan dan penanganan Covid-19 sebesar Rp. 1.153.500.000, kegiatan DAK bidang kesehatan pencegahan dan penanggulangan Covid-19 sebesar Rp. 8.468.843.000 dan intervensi faktor resiko kesehatan lingkungan penularan Covid-19 sebesar Rp.1.489.554.500.

Sementara rincian untuk penanganan dampak ekonomi, yakni bantuan sosial kepada masyarakat sebesar Rp. 14.316.278.000, pemenuhan untuk pencegahan dini Covid-19 sebesar Rp. 8.031.800.000, pemberian bantuan korban PHK sebesar Rp. 550.000.000 dan penguatan kapasitas bagi IKM dan UMKM terdampak sebesar Rp. 1.400.000.000.

Penyediaan Sosial Safety Net atau Jaring Pengaman Sosial untuk pengadaan Media KIE upaya pencegahan Covid-19 sebesar Rp.65.000.000 jadi total keseluhan sebesar Rp.38.702.642.000 kemudian di tamba dengan Rp.4.036.597.273 sehingga total keseluruhan kurang lebih sebesar Rp. 47 Milyar

“Kebutuhan anggaran yang diambil dari anggaran DAK Dinas Kesehatan sudah sesuai dengan petunjuk dan regulasi yang diterima dari Kementerian Kesehatan,” ucap sekda. (***)

KOREKSI : Ada perubahan judul berita dari sebelumnya berjudul “Anggaran Covid-19 Morotai Menjadi Rp 47 Miliar”, diubah menjadi “Pemda Morotai Usul Rp 47 Miliar Untuk Anggaran Covid-19” (redaksi)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here