Dampak Corona, Masker di Ternate Mulai Langka

0
43

TERNATE, FNc—Sejak Presiden Joko Widodo mengumumkan adanya dua warga Depok, Jawa Barat yang terinveksi virus corona, secara diam-diam, sebagian besar warga Kota Ternate menuju toko dan apotik untuk memborong masker. Akibatnya, stok masker mulai menipis hingga langka. Bahkan sejumlah apotek di Kota Ternate, tidak ditemukan lagi stok masker.

“Stok masker punya kami habis, sempat ada, tapi di borong (beli) tadi, sekarang stoknya kosong,” aku salah satu petugas Apotek Kimia Farma, Selasa (3/3) kemarin.

Wakil Walikota Ternate, Abdullah Taher. (foto: ist)

Terpisah, Wakil  Walikota Ternate, Abdullah Tahir mengatakan meski virus corona ini masih terdeteksi di beberapa wilayah di luar Maluku Utara,  tetapi warga di Kota Ternate diminta untuk tetap waspada, dan bagi penjual masker jangan sampai terjadi kelangkaan.

“Saya sudah minta Pj Sekda untuk siapkan surat edaran ke pemilik toko dan supermarket, serta toko besar lain yang menjual masker supaya dilakukan antisipasi, jangan sampai warga berbondong-bondong, karena panik dengan kondisi yang ada. Tapi masker habis, sehingga masyarakat tidak terlayani jangan sampai terjadi seperti itu,” ujarnya.

Dikatakannya, ini untuk mengantisipasi ketersediaan stok dan kelangkaan saat di cari, sehingga terjadi kenaikkan harga, makanya surat edaran di distribusikan ke pemilik toko dan supermarket penjual masker.

“Dari dinas teknis sendiri selalu melalukan pemantauan sebelum wabah itu terdeksi di Indonesia, dengan memantau tamu yang keluar masuk. Bahkan saat WNA yang nginap di hotel juga di cek semua, dan juga minta untuk terus melalukan pemantauan,” cetusnya.

Sementara, Pj Sekda Kota Ternate, Thamrin Alwi mengatakan sejak awal ketika isu corona ini mencuat telah dilakukan rapat yang di gagas oleh Disnaker, sebab mereka melakukan pengawasan terhadap TKA, yang pada waktu mau di bentuk posko, tetapi terkendala karena dari Pemprov meminta bersabar untuk mengantisipasi kepanikan warga. Sehingga rencananya pada Rabu hari ini akan dikeluarkan surat ke seluruh apotek dan swalayan berkaitan dengan penjualan masker. “Masker yang terjual di kita ini bukan anti corona, tapi itu sebatas masker debu,” katanya.

Menurutnya, surat edaran ini juga untuk mengantisipasi kalau ada warga yang memborong masker di apotek atau di pertokoan, sehingga nanti dalam surat edaran itu di minta agar penjualan masker di sesuaikan dengan kebutuhan warga. “Mengantisipasi pembelian dengan jumlah banyak, jangan sampai dia manfaatkan momen ini untuk memperoleh pendapatan,” terang Wawali.

Selain itu, rapat awal sebelumnya pihaknya meminta ke Pemprov agar bisa menyurati Kementerian untuk meminta masker anti corona, sebab masker yang terjual itu bukan masker anti corona seperti yang di rekomendasikan oleh NJO. Bahkan, sebelum surat edaran di sampaikan pihaknya juga sudah membuat pembatasan masker di apotek.

“Jadi jumlah sesuai dengan kebutuhan saja, kalau satu rumah hanya dua orang yang di berikan dua jangan kase 10 dos,” pungkasnya.(nty)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here