Kepala Madrasyah Aliyah Nurul Huda Didemo Alumni

0
46
Demo yang dilakukan forum alumni Madrasya Aliyah Nurul Huda Gotalamo

MOROTAI, Koridor Malut – Sejumlah massa yang mengatasnamakan Forum Alumni Madrasah Aliyah Gotalamo, menggelar Aksi Demonstrasi di depan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pulau Morotai, Rabu (26/08). Mereka menuntut agar Kepala Madrasyah Aliyah Nurul Huda, mempertanggungjawabkan perbuatan yang mendiskriminasi delapan guru.

Selain itu, massa yang datang dengan menggunakan dump truck juga meminta pihak Yayasan agar mengembalikan ke depalan guru tersebut tanpa ada diskriminasi, serta meminta Ketua Yayasan memberbentikan Kepala Madrasyah yang dinilai gagal memimpin Madrasyah Aliyah Nurul Huda Gatalamo.

Dalam selebaran yang dibagikan, massa aksi menilai sejak berdiri di tahun 2006 silam, keharmonisan guru, siswa dan pimpinan madrasyah terbina dengan baik dalam suatu bingkai kakeluagaan. Mereka membangun madrasyah dengan perjuangan dan pengorbananya yang tak sabanding dengan gaji diterima.

Namun sejak transisi kepemimpinan, guru-guru honor yang berjasa menjadi korban diskriminasi oleh pimpinan madrasyah saat ini. Terbukti delapan guru menjadi korban, satu guru dipecat dan tujuh lainnya mendapat sanksi nonjob tanpa alasan yang jelas. Padahal sesuai pasal 30 Ayat 1 dan 2 Undang-Undang nomor 14 tahun 2005, sudah dijelaskan prosedur pemberhentian dengan hormat dan diberhentikan tidak hormat.

Sementara aksi ini, Ketua Yayasan, Musanik Sibua mengaku belum banyak tahu tentang kondisi sekolah karena baru masuk di akhir 2019, di saat Kepala Madrasyah saat ini sudah diangkat. Musanik justru baru mengetahuinya setelah pengawas turun melakukan pemeriksaan.

“Insya Allah kita dari Yayasan akan mengevaluasi persoalan itu. Saya juga belum tahu siapa-siapa yang dipecat. Kemudian kami juga mendapat info ada yang nol jam, ini berbeda dengan dipecat. Kalau nol jam dia tetap masuk tapi tidak diberikan beban mengajar. Tapi tentu kita juga akan mengevaluasi lagi apakah dia tidak pernah mengajar, tidak pernah membuat RPP atau bagaimana, karena guru berdiri di kelas harus punya program,” jelasnya.

“Sebab kalau guru tidak punya program, maka pasti tidak diizinkan masuk kelas. Saya juga basicnya dari guru, maka sebagai Ketua Yayasan akan saya evaluasi berapa guru yang dipecat, dan berapa guru yang nol jam, semua akan kita evaluasi mulai dari program pembelajaran, kehadiran, cara mengajarnya dan strategi pembelajaran. Semuanya akan dievaluasi supaya sekolah itu terus maju,” paparnya menambahkan. (aty)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here