Pekerjaan Irigasi Kali Laka tak Beres, Desa Kosa Dihantam Banjir

0
182

TIDORE, Koridor Malut – Sejumlah pemuda Desa Kosa, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan, menggelar aksi unjuk rasa dan blokir jalan, Selasa (07/07). Mereka menuntut tanggungjawab Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi Maluku Utara karena dianggap gagal menyelesaikan pembangunan irigasi Kali Laka tahun 2018. Akibatnya, Desa Kosa sering dihantam banjir terutama dalam satu minggu terakhir. Penyebabnya dinding irigasi yang dibangun mulai retak dan mengakibatkan air tumpah keluar.

Menurut kordinator aksi Gufran Ayub, banjir yang menghantam Desa Kosa beberapa hari terkahir sangat meresahkan warga. Selain mengancam rumah-rumah penduduk, banjir tersebut juga bisa berakibat gagal panen. Anehnya lagi, tidak satupun pejabat dari BWS Malut yang datang melihat kondisi yang dialami warga, padahal banjir itu justru diakibatkan karena kerja BWS yang abal-abal.

“Tahun 2018 lalu sudah ada pelebaran untuk normalisasi kali yang dilakukan Balai Wilayah Sungai Provinsi Maluku Utara. Rencananya kali itu digali dari hulu sampai ke hilir menuju ke salah satu kali di belakang pemukiman masyarakat Desa Koli. Namun penggalian ternyata dihentikan dengan alasan keterbatasan biaya pembebasan lahan. Padahal setahu kami, anggaran untuk penggalian itu sebesar 20 miliar dan untuk pembangunan irigasi sebanyak 16 miliar,” kata Gufran.

Menurutnya, karena pekerjaan normalisasi dan irigasi yang terkesan asal jadi, baru dua tahun dinding irigasi sudah mulai retak karena tidak mempu membendung arus air. Akibatnya, air meluar ke daratan dan mulai mengancam pemukiman masyarakat. Padahal tujuan dilakukan normalisasi kali dan pembangunan irigasi agar air kali bisa terkontrol dan dapat terdistribusi secara baik ke lahan pertanian di tranmigrasi SP2 Kosa. Namun yang terjadi justru sebaliknya, akibat pekerjaan yang abal-abal, air justru mengalir ke rumah-rumah warga.

“Proyek ini dikerjakan oleh PT Goyoba Sakti. Dugaan kami, kontraktor ini hanya mengejar keuntungan dan tidak menghiraukan kualitas pekerjaan. Puluhan miliar uang rakyat mereka pakai tapi hasilnya abal-abal,” tegasnya.

Dalam pernyataan sikapnya, pemuda Desa Kosa mendesak BWS Maluku Utara harus secepatnya menuntaskan masalah pembebasan lahan sehingga penggalian dan pelebaran untuk normalisasi Kali Laka dapat segera diselesaikan, mendesak BWS Maluku Utara secepatnya turun ke Desa Kosa untuk memberi kepastian kapan alat berat diturunkan untuk normalisasi Kali Laka.

“Kami juga mendesak Pemerintah Kota Tidore Kepulauan agar turun berpartsipasi menyelesaikan problem banjir di Kesa Kosa. Jika tuntutan ini tidak direalisasi, maka kami masyarakat Desa Kosa akan memblokir paksa aktivitas transportasi jalan lintas sofifi-Weda. Kami tidak akan tinggal diam selama masalah ini belum juga ada kepastian dari Pemkot Tikep maupun dari BWS Maluku Utara,” pungkasnya. (aha)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here