Pedagang Pasar Gotalamo Diberi Insentif Jutaan Rupiah

0
108
Pasar Baru Gotalamo

MOROTAI, Koridor Malut – Bupati Pulau Morotai, Benny Laos, tidak henti-hentinya melakukan terobosan penting dalam membantu masyarakat yang terdampak Covid-19. Setelah membagikan bantuan sembako tahap dan memberi biaya hidup kepada mahasiswa yang tidak mudik, kini giliran pedagang di pasar Gotalamo, Kecamatan Morotai Selatan, yang akan menerima insentif hingga jutaan rupiah.

Kepala Pengelola Pasar Gotalamo, Syakir Sandri, kepada Koridor Malut mengungkapkan, terhitung mulai Senin (11/05) pekan depan, pasar baru Gotalamo akan difungsikan. Dan semua pedagang yang menerimati pasar lama, akan diarahkan berjualan di pasar baru tersebut.

“Dan semua pedagang akan diberikan fasilitas gratis, serta diberi uang tunai jutaan rupiah setiap bulan, sebagai stimulus di masa pandemi Covid-19,” kata Syakir, Kamis (07/05).

Syakir menjelaskan, fasilitas gratis dan uang tunai tersebut diberikan selama tiga bulan dengan jumlah yang bervariasi. Untuk pedagang rica tomat, diberikan uang sebesar satu juta, sementara penjual pakaian dan sembako jumlahnya bisa mencapai dua juta. Untuk sementara, bantuan strimulus diberikan selama tiga bulan, namun jika masa pendemi tetap berlajut, maka pemberian insentif akan diperpanjang.

“Pertimbangan pemerintah karena pedagang ini akan pindah ke pasar baru. Biasanya, di lokasi yang baru butuh beberapa waktu bagi pedagang untuk beradaptasi dengan pembeli. Apalagi dengan kondisi pandemi seperti, tentu tidak mudah bagi pedagang untuk menghabiskan dagangannya dalam waktu singkat. Oleh sebab itu, untuk mengurangi beban pedagang, maka pemerintah memberikan bantuan stimulus,” jelasnya.

Menurutnya, saat ini pedagang sembako, rica tomat dan pakaian sudah mulai mengecek lokasi pasar yang sudah ditetapkan. Diharapkan sebelum hari Senin, pedagang sudah membawa barang dagangannya ke lokasi. Pemerintah katanya, sudah menyediakan transportasi untuk mengangkut barang-barang pedagang.

“Fasilitas di pasar sangat lengkap. Kami sudah siapkan air dan pembuangannya. Disini juga kami siapkan tempat untuk rumah makan dan juga kuliner, sehingga memudahkan masyarakat yang bekerja di kantor untuk makan siang. Mulai besok kami akan lakukan pendataan sesuai kotak (lapak, red) masing-masing. Ada 50 kotak untuk penjual pakaian dan sembako, serta 47 kotak untuk renjual rica tomat. Belum termasuk lapak di luar kotak,” paparnya. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here