Pemkab Morotai Sediakan Rp 5,9 Miliar Biaya Karantina

0
20

MOROTAI, Koridor Malut – Pemilik Hotel dan Penginapan di Kabupaten Pulau Morotai nampknya bisa bernafas lega. Pasalnya, Pemkab Pulau Morotai sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 5,9 miliar, yang akan digunakan untuk biaya karantina.

Sebagaimana diketahui, sejak 24 Maret lalu, Pemkab Morotai sudah melakukan karatina selama 7-14 bagi warga yang tiba di Morotai, baik melalui jalur laut maupun udara. Karantina dilakukan di beberapa hotel dan penginapan sesuai riwayat perjalanan masing-masing warga. Jumlah warga yang dikarantina sampai saat ini sudah mencapai angka di atas 2500 orang.

Sesuai data yang diperoleh redaksi Koridor Malut, alokasi anggaran sebanyak Rp 5,9 miliar itu diplot untuk membayar biaya konsumsi dan sewa hotel dan penginapan. Untuk konsumsi, anggarannya yang disiapkan mencapai Rp 1,7 miliar (tepatnya Rp.1.720.000.000), dengan rincian Snack pagi Rp. 270 juta, makan siang Rp. 540 juta, snack sore Rp. 270 jutadan makan malam sebesar Rp. 540 juta.

Sedangkan dana untuk membayar membayar sewa hotel dan penginapan disiapkan anggaran sebesar Rp 4,1 miliar (Tepatnya bRp.4.184.600.000), dengan rincian Hotel Molokai (50 kamar) sebesar Rp. 1,8 miliar, Hotel Atrimel (4 kamar) sebesar sebesar Rp. 43.200.000, Hotel Daloha (23 kamar) sebesar Rp. 1.035.000.000, Hotel Dodola (10 kamar) sebesar Rp. 108.000.000, Hotel Perdana (11 kamar) sebesar 194 juta, Hotel Sintayu (10 kamar) sebesar 108 juta, Hotel Morotai In (11 kamar) sebesar Rp. 118 juta, Hotel Mutiara In (14 kamar) sebesar Rp.151.200.000, dan Hotel Pasifik In (21 kamar) sebesar Rp.226.800.000.

Sementara rincian untuk sewa penginapan yakni, Penginapan Marina Putri (6 kamar) sebesar Rp. 64.800.000, Penginapan Permai (11 kamar) sebesar Rp.162 juta, Penginapan Agung (9 kamar) sebesar Rp. 97.200.000, Penginapan Tonga (3 kamar) sebesar Rp.32.400.000, Penginapan Argentina (4 kamar) Rp.43.200.000.

Sayangnya, Ketua TAPD yang juga Sekda Pulau Morotai, Muhammad M. Kharie, belum dapat dikonfirmasi untuk memastikan pencairan anggaran tersebut. Beberapa kali Koridor Malut menghubungi yang bersangkutan via WA, namun belum ditanggapi. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here