Masker Langka, Wawali-Kadinkes Sidak Apotek

0
24

TERNATE, FNc—Wakil Walikota Ternate, Abdullah Tahir di dampingi Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Ternate, Nurbaity Radjabessy serta staf lainnya melakukan inspeksi mendadak (Sidak), Rabu (04/03/2020)  ke Apotek Setia Farma, Selecta Farma, Kimia Farma, dan toko Marckson Jaya Medika terkait kelangkaan stok masker, setelah diumumkan warga Depok terinfeksi virus corona.

Wawali usai sidak mengatakan mereka melihat secara langsung penjualan masker, dimulai dari Setia Farma dan berkahir di Marckson Jaya Medika. Tujuannya untuk mengecek stok masker yang ada di apotek dan pembelian masyarakat di apotek.

“Tadi (kemarin,red) di Setia Farma hanya melayani satu orang dua masker dengan harga eceran Rp2.000, ada informasi yang disampaikan ke saya, sehingga saya turun melihat langsung dan menghimbau ke apotek yang beli dalam jumlah yang banyak itu jangan dilayani, nanti mereka jual ke masyarakat lebih mahal. Jadi sampai disini dong jual per pak, 5 picis Rp25 ribu, ada kenaikan yang biasanya Rp2.000, jadi Rp5.000. Dan dia sampaikan dimasukan dari Jawa terjadi lonjakan harga yang signifikan,” jelas Wawali.

Wawali juga memberikan penekanan kepada pihak penjual, jangan sampai terjadi lonjakan harga karena ini akan dimanfaatkan oleh orang tertentu, apalagi mereka melihat kondisi masyarakat menyerbu membeli masker, bisa saja mereka beli dengan jumlah yang banyak dan jual kembali.

“Kalau di apotek Setia Farma harganya Rp2.000, kalau disini Rp5.000 yang datang beli dibatasi. Makanya ditekankan harus ikut harga standar, karena mereka beli diluar juga mahal. Kita kalau ada upaya menekan harga dan izin akan dihentikan, kalau ada indikasi. Stok habis, karena ada beberapa orang yang datang ambil masker dengan jumlah yang banyak,” bebernya.

Menurutnya, himbauan sudah disampaikan dengan surat resmi, kalau menggunakan masker itu orang yang sakit, flu dan batuk, jika sehat jangan gunakan.

Di tempat yang sama, Kadinkes Ternate, Nurbaity Radjabessy menjelaskan Dinkes setelah kroscek ke gudang, masker  tinggal 30.000 pics.

“Kita pesan ke pusat, tapi stok di pusat kosong. Kita bertahan kalau memang keadaan emergency tidak bisa semua dilayani, sebab virus sudah ada di Jawa. Kita di Ternate waspada, bukan hanya ada masker, kita juga harus cuci tangan, pakai masker disaat ramai, karena kita tidak tahu orang yang terinveksi. Sehingga kita harus melakukan pencegahan berkerumunan di orang banyak. Kebutuhan pakai masker tiap hari tidak ada, kecuali gunung meletus baru dipakai. Masker yang ada ini bukan virus corona, yang kita pakai untuk mencegah. Kalau yang pakai itu untuk rumah sakit rujukan, itu dapat dari kementerian masuk ke RSUD Chasan Boesorie,” tandas Nurbaity.(nty)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here